Jakarta, CNN Indonesia

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkap penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah terealisasi sebanyak 752.266 ton. Angka itu tercapai 62,96 persen dari target penyaluran.

“Mengenai SPHP, sampai dengan saat ini sudah tersalurkan 752 ribu ton atau kurang lebih 63 persen dari target 1,2 juta ton,” tutur Bayu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Senin (10/6).

Secara rinci, penyaluran beras murah itu terdiri dari 216 ribu ton di DKI Jakarta dan Banten, 24 ribu ton di Maluku dan Maluku Utara, 19 ribu ton di Kalimantan Barat, 16 ribu ton di Sulawesi Tenggara, 11 ribu ton di Bengkulu, 77 ribu ton di Jawa Timur, 26 ribu ton di Riau dan Kepulauan Riau, 13 ribu ton di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dan 7.251 ton di Sulawesi Tengah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian sebanyak 17 ribu ton di Lampung, 26 ribu ton di Sumatra Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, 19 ribu ton di Aceh, 43 ribu ton di Sumatra Utara, 16 ribu ton di Jambi, 49 ribu ton di Jawa Tengah, 11 ribu ton di Sumatra Barat, 16 ribu ton di DI Yogyakarta, 26 ribu ton di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, 55 ribu ton di Jawa Barat, 4.463 ton di Bali, 13 ribu ton di NTT, 8.201 ton di Papua dan Papua Barat, 8.887 ton di Sulawesi Utara dan Gorontalo, 5.809 ton di Kalimantan Tengah, 10 ribu ton di Kalimantan Selatan, dan 5.253 ton di NTB.

Bayu menyampaikan pada saat panen raya, pihaknya sempat melambatkan penyaluran SPHP lantaran mengikuti dinamika dari situasi panen. Namun menurutnya, dari proyeksi ke depan, ia merasa penyaluran SPHP akan kembali menjadi andalan pada bulan-bulan yang akan datang.

Ia menjelaskan pihaknya tengah mengusahakan stok beras SPHP tercukupi pada ritel modern. Pasalnya, ketercukupan stok SPHP di ritel modern sempat menjadi perhatian masyarakat.

“Belajar dari pengalaman yang lalu, maka selain kepada pasar tradisional, SPHP juga sekarang juga sudah kami usahakan untuk berada di ritel modern, mulai dari Indomaret, Alfamart, Indogrosir, dan seterusnya,” ujar dia.

“Karena kemarin pada waktu bulan Januari, Februari, justru pada pasar tradisional berasnya tersedia. Dan sebenarnya cukup, tapi yang justru menjadi perhatian masyarakat dan di berbagai kesempatan jadi perhatian kita semua adalah justru yang berada di ritel modern,” jelas Bayu lebih lanjut.

Menurut paparannya, penyaluran SPHP tertinggi selama kuartal I-2024 terjadi pada Februari. Penurunan penyaluran SPHP pada Maret-Juni 2024 dikarenakan mulainya penurunan harga beras di pasaran umum.

Saluran penjualan juga terdiri dari 57,8 persen ke pengecer, 36,3 persen ke distributor, 4,1 persen ke satgas, 1,5 persen ke Pemda, kemudian 0,3 persen ke BUMN.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *