Jakarta, CNN Indonesia

Harga minyak melemah tipis pada perdagangan Senin (10/6). Pemicunya, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan kinerja baik saat dirilis Jumat (7/6) kemarin.

Kinclongnya data ini mendorong penguatan nilai tukar dolar AS lantaran pasar berekpekstasi suku bunga acuan bakal diturunkan.

Minyak mentah berjangka Brent dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS masing-masing turun 4 sen menjadi US$79,58 per barel dan US$75,49 per barel.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumat kemarin, data menunjukkan ada tambahan lebih banyak lapangan kerja di AS dibandingkan perkiraan bulan lalu.

Hal ini menyebabkan investor berekspektasi adanya penurunan suku bunga dan menyebabkan dolar AS menguat.

Penguatan greenback membuat komoditas dalam denominasi dolar, seperti minyak, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbasnya, permintaan pun turun sehingga harga ikut jatuh.

Kurs Euro juga berada di bawah tekanan, mencerminkan ketidakpastian di zona euro setelah Presiden Perancis Emmanuel Macron menyerukan pemilihan legislatif dini pada Juni ini setelah ia kalah dalam pemungutan suara di Uni Eropa oleh partai sayap kanan Marine Le Pen.

Pasar akan fokus pada pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral Jepang Bank of Japan (BoJ) minggu ini, dengan risiko hasil yang lebih hawkish.

“Hal ini kemungkinan akan menciptakan lebih banyak kecemasan di antara beberapa negara anggota OPEC+ mengenai kapan mereka dapat mengembalikan pengurangan produksi mereka ke pasar, mengingat penerimaan negatif terhadap proposal ini yang diterima minggu lalu pasca pertemuan OPEC+,” kata Tony Sycamore, analis IG yang berbasis di Sydney, Australia, dikutip Reuters.

[Gambas:Video CNN]

(pta/pta)







Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *